
Nia Ramadhani ternyata harus diet habis-habisan setelah melahirkan.
Diet ini dilakukan demi sang suami tercinta, Ardi Bakrie.
“Gue daripada ditinggalin, daripada jelek-jelek gitu, dia eneg, gue aja eneg liat muka gue waktu itu,” kata Nia Ramadhani saat berbincang dengan Irfan Hakim.
Obrolan singkat mereka yang diunggah di akun Youtube deHakims.
Nia Ramadhani mengaku, setelah melahirkan anak ketiganya, tubuhnya terlihat sangat gemuk.
Saat becermin, Nia Ramadhani merasa tak suka melihat tubuhnya gemuk.
“Aku pas ngaca sendiri, pas gendut eneg banget lihat badan. Gue aja eneg, dalam hati ‘gimana suami gue kalau kaya gini’,” ujar Nia Ramadhani.

Nia Ramadhani tertawa saat mengingat berat badannya yang membengkak sekitar setahun lalu itu.
“Itu yang pengen kurus lu sendiri atau suami yang nyuruh?” tanya Irfan Hakim.
Nia Ramadhani pun menjawab, memutuskan diet atas keinginan diri sendiri.
Selama ini, Ardi Bakrie tak pernah berkomentar apa pun.
Namun, Nia Ramadhani merasa ketakutan akan hal itu.
“Suami aku enggak pernah ngomong, jadi aku takut dia tiba-tiba ngomong dalam hati aja,” ujarnya disambung tertawa.
Tentu bukan hal mudah bagi Nia Ramadhani untuk menguruskan kembali tubuhnya.

Saat diet, Nia Ramadhani mengaku setiap pagi sarapan makan omelet telur.
Kemudian, siangnya mengonsumi ayam tanpa nasi.
Malamnya, ia hanya makan alpukat dicampur susu kental manis.
Catatannya, Nia Ramadhani berhenti mengonsumsi camilan.
Sebenarnya, stop mengemil itu kesulitan yang dirasakan Nia Ramadhani.
Namun, dampak dari perubahan pola makannya itu justru membuat proses dietnya lebih cepat.
Nia Ramadhani bisa mengembalikan tubuh langsingnya hanya dalam empat sampai lima bulan saja.

“Tapi hebatnya perempuan itu, merelakan badannya membengkak untuk anaknya, dan berusaha kurus untuk suaminya,” ujar Irfan Hakim berpendapat.
Nia Ramadhani pun membenarkan hal tersebut.
Ia mengaku, harus tetap bertanggung jawab terhadap keluarga.
Walaupun Nia Ramadhani harus melepas lajang pada usia masih muda, yakni 20 tahun.
“Mau enggak mau, itu kan trial and error-nya di anak pertama. Bener-bener enggak ngerti harus ngapain, ini anak harusnya dimarahin apa dibaikin, apa digimanain,” cerita Nia Ramadhani.
Namun, pengalaman saat membesarkan anak pertamanya justru memberikan pelaran berharga bagi Nia Ramadhani untuk hidup berumahtangga.
Nia Ramadhani menyadari ada perbedaan antara kebahagiaan sebelum dan sesudah menikah.
Sebelum menikah, ia mendapatkan kebahagiaan melalui berbagai aktivitas bersama teman.
Namun, kebahagiaannya kini justru berasal dari suami dan buah hatinya.

“Bahagianya beda, serunya beda. Waktu sebelum nikah kan jalan-jalan sama temen-temen, bahagianya kaya gitu. Kalau sekarang kan sama anak, sama suami,” ujarnya.
Irfan Hakim pun sempat memuji Nia Ramadhani karena bisa merelakan masa mudanya untuk menikah.
“Masih muda, tapi hebat, punya pilihan antara menikmati masa muda,” kata Irfan Hakim yang kemudian ucapannya dipotong Nia Ramadhani.
“Karena dulu kebanyakan main Kak,” sambung Nia Ramadhan sambil menepuk bahu Irfan Hakim.