Andrian adalah seorang pemuda yang terlahir dari keluarga miskin. Sejak ayahnya selingkuh dan meninggalkan mamanya sendiri, Andrian terpaksa hidup di desa.

Namun Andrian adalah seorang anak yang hobinya mabuk-mabukan. Setiap malam ia pergi ke tempat dugem, bermain sama wanita, dan punya banyak utang dimana-mana.

Pada suatu siang Andrian pulan ke rumah dan mencuri uang tabungan ibunya.




“Aku pinjam uangmu ibu!” kata Andrian



“Jangan nak! Itu uang tabungan yang ibu kumpulkan selama 5 tahun terakhir!” kata ibu

Namun Andrian tetap ngeyel dan mencuri uang ibunya untuk dipakai berfoya-foya.



Suatu malam saat Andrian pulang dari dugem, tiba-tiba ada sekumpulan gangster melabrak Andrian



“Hei, cepat bayar utangmu!”



“Maaf, sekarang aku belum ada uang sebanyak itu. Tunggu 2 hari lagi aku pasti melunaskannya!” kata Andrian

“Ah alasan kamu! Buktinya kamu sekarang aja bisa mabuk-mabukan! Hajar saja dia!” Lalu para gangster itu memukul Andrian sambil babak belur dan kepalanya berdarah





Andrian pun segera dibawa oleh penduduk sekitar ke rumah sakit, Andrian tidak sadarkan diri karena kepalanya mengalami geger otak.



Mendengar kabar anaknya tidak sadarkan diri dan butuh segera menjalani operasi. Mama Andrian sangat terpukul dan berusaha meminjam uang ke kerabatnyanya untuk membayar biaya operasi.

“Tolong aku! Selamatkan hidup anakku! Dia geger otak dan aku sudah tidak punya uang lagi!” tangis mama Andrian



2 bulan kemudian..

“Kamu sudah sadar?” tanya suster



“Sus, kemana ibu saya?” tanya Andrian kepada suster

“Ibu kamu sudah satu bulanan ini tidak datang ke rumah sakit lagi!” kata suster.

Mendengar perkataan itu Andrian langsung pulang ke rumah mencari sang ibu. Namun hasilnya SIA-SIA!”



Andrian juga mencari sang ibu di rumah tetangganya “Apakah kamu melihat ibu saya?”





“Nak, jadi selama kamu sakit ibumu berusaha banting tulang bekerja. Jam 4 subuh dia bangun untuk bekerja mencuci piring.



Dilanjutkan mencari sampah botol sampai sore.



Dari sore sampai malam dia menemanimu di rumah sakit.



Tapi karena ia sudah tua dan kelelahan, akhirnya ia terjatuh dan tidak terbangun lagi.



Di situlah hati Andrian hancur dan menyesal bukan main. Andrian segera pergi ke kuburan ibunya.



Dan Andrian menangis sejadi-jadinya..





Tidak ada yang bisa disesali. Dari kejadian ini Andrian belajar bahwa kita harus menghargai dan mencintai orangtua kita selama mereka masih ada. Jangan sakiti dan tuntut orangtua kita terus, tapi pakai budi baktimu untuk membalas kebaikan dan pengorbanan orangtua.