Grid.ID - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya bakal memperkuat sektor administrasi.

Hal itu dilakukan untuk memperbaiki posisi fiskal Malaysia.

Dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/9) pernyataan Mahathir itu disampaikan kepada 200 orang Malaysia saat ia berada di London, Inggris, hari ini.

Mahathir beralasan jika kerusakan di sektor finansial maupun administrasi yang dilakukan rezim PM Najib Razak nyaris membuat Malaysia hancur dan dijajah oleh bangsa lain.


"Kita bakal menjadi bangsa yang tidak mempunyai kuasa di negara sendiri, dan dijajah oleh negara lain," kata PM berusia 93 tahun itu.

Saat rezim Najib berkuasa, korupsi mulai mengakar dari pejabat tinggi hingga rendah.

Najib juga membuat birokrasi Malaysia begitu parah.

Contohnya saja saat Najib merangkap jabatan PM dan Menteri Keuangan sekaligus untuk melancarkan korupsinya.

Akibat praktek KKN multiyears tersebut, pegawai pemerintah Malaysia terdoktrin jadi boneka berdasarkan permintaan koalisi Barisan Nasional pimpinan Najib.

"Loyalitas mereka tidak hanya kepada negara namun juga partai yang berkuasa. Padahal, mereka seharusnya netral," keluh PM yang pernah berkuasa di 1981-2003 tersebut menanggapi pegawai pemerintahan Malaysia.

Selama enam dekade, Najib dan kroninya menggerogoti Malaysia dengan korupsinya.

Hingga pada pemilu kemarin koalisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir menggulingkan Najib.

Belum cukup derita negeri Jiran sampai di situ, utang yang membengkak mencapai 1 triliun Ringgit atau Rp 3.604 triliun.


Mahathir mengatakan anggaran sampai defisit karena pemasukan negara tak cukup untuk membayar kewajiban.

"Kami tak punya uang membayar utang. Bahkan kami kehilangan dana pinjaman yang tidak jelas ke mana perginya," ujar Mahathir.

Namun begitu Mahathir tetap akan berusaha berbuat yang terbaik untuk menyelamatkan Malaysia dari kebangkrutan.(*)